Mengenal Fungsi Charging Station Mobil Listrik

Mengenal Fungsi Charging Station Mobil Listrik

charging station mobil listrik atau SPKLU berperan sebagai tempat pengisian daya baterai mobil listrik di lokasi-lokasi umum. Pembahasan ini akan mengulas secara mendalam mengenai SPKLU, fungsinya, biaya pengisian, dan dampaknya terhadap perkembangan mobilitas listrik di Indonesia.

Charging Station Mobil Listrik dan Fungsinya

Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) merupakan langkah nyata Indonesia dalam mendukung mobilitas listrik. Dikelola oleh PLN, SPKLU tersebar di berbagai lokasi strategis seperti mal, kantor PLN, parkiran, hingga kantor pemerintah. SPKLU memiliki daya bervariasi, mulai dari 22 kW hingga 150 kW, yang disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan listrik. Penempatan SPKLU di tempat umum yang ramai memberikan kemudahan akses pengguna kendaraan listrik.

SPKLU bukan hanya tempat pengisian biasa; stasiun ini dilengkapi dengan berbagai alat penunjang yang memfasilitasi pengisian daya baterai mobil listrik. Tiga tipe soket colokan listrik tersedia, yakni AC charging, DC charging CHAdeMo, dan DC charging Combo tipe CCS2. Dengan berbagai opsi ini, pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir akan kesulitan menemukan soket yang sesuai.

Rata-rata waktu pengisian di SPKLU berkisar antara 30 hingga 90 menit, tergantung pada kapasitas baterai kendaraan. Ini menjadikan SPKLU sebagai solusi efisien bagi pengguna yang tengah melakukan perjalanan jauh.

Biaya Pengisian Mobil Listrik

Biaya di SPKLU

Biaya pengisian mobil listrik di SPKLU dapat dianggap terjangkau. Sebagai contoh, untuk kendaraan dengan kapasitas baterai 26,7 kWh, biaya pengisian dari 0 hingga 100 persen hanya sekitar Rp65.000.

Harga per kWh listrik di SPKLU sekitar Rp1.500, membuatnya menjadi alternatif yang ekonomis. Dengan kapasitas tersebut, jarak tempuh kendaraan listrik dapat mencapai 200 kilometer, setara dengan penggunaan 20 liter bensin yang dapat mencapai Rp250.000.

Biaya di Rumah

Meskipun biaya pengisian mobil listrik di rumah serupa dengan di SPKLU, pengisian di rumah memerlukan waktu yang lebih lama. Waktu pengisian dapat mencapai 8 hingga 9 jam dengan daya listrik 6,6 kW hingga 7,4 kW, tergantung pada kapasitas baterai. Ini menekankan pentingnya memiliki fasilitas penambah daya listrik minimal 2.200 VA di rumah.

Peran SPKLU dalam Mobilitas Listrik

Keberadaan SPKLU menjadi krusial dalam mendukung mobilitas listrik di Indonesia. Dengan 161 unit SPKLU yang telah tersebar di seluruh negeri, ditambah 108 unit untuk kebutuhan KTT ASEAN Summit di Labuan Bajo, serta jaringan SPKLU di rest area Tol Trans Jawa hingga Bali, pengguna kendaraan listrik memiliki akses yang lebih mudah. Aplikasi PLN Mobile dapat membantu pengguna mengecek keberadaan SPKLU terdekat.

Tipe SPKLU yang beragam, seperti slow charging, fast charging, dan ultrafast charging, memberikan fleksibilitas kepada pengguna kendaraan listrik. Keberadaan SPKLU mendukung ambisi Indonesia untuk mencapai 20 persen kepemilikan kendaraan roda empat berbahan bakar listrik pada tahun 2025.

Seiring dengan target Indonesia untuk meningkatkan penggunaan mobil listrik, BCA Finance turut serta dalam memberikan kemudahan kepemilikan mobil listrik. Dengan penawaran kredit yang mudah dan bunga yang kompetitif, memiliki mobil listrik bukanlah impian yang mustahil. BCA Finance mengajak masyarakat untuk melakukan simulasi kredit melalui website resmi mereka.

SPKLU bukan hanya sebuah tempat pengisian daya, tetapi juga simbol perubahan menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan di Indonesia. Dengan biaya pengisian yang terjangkau, keberadaan SPKLU telah membuka pintu bagi lebih banyak orang untuk beralih ke kendaraan listrik.

Sementara itu, dukungan dari lembaga keuangan seperti BCA Finance memberikan dorongan lebih lanjut bagi masyarakat untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan ini. Dengan langkah-langkah seperti ini, Indonesia semakin mendekatkan diri pada visi mobilitas yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *